5 Manfaat Talas untuk Kesehatan

Talas adalah jenis umbi yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Nama lain adalah Colocasia esculenta. Rasanya sedikit manis dengan tekstur mirip kentang.

Di Indonesia, talas sering diolah menjadi berbagai makanan ringan manis. Panggil saja talas talas ke mochi.

Selain bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan ringan, talas menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Di sini kami merangkum manfaatnya untuk Anda.

5 Manfaat Talas untuk Kesehatan

1. Dapat mengurangi risiko penyakit jantung
Talas mengandung serat dan pati untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The BMJ, orang yang banyak mengkonsumsi serat cenderung memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa setiap tambahan 10 gram serat yang dikonsumsi per hari, dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 17%.

2. Dapat membantu Anda menurunkan berat badan
Talas adalah sumber serat yang baik, karena mengandung 6,7 gram per cangkir (132 gram).

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Nutrition, orang yang mengonsumsi serat dalam jumlah besar cenderung memiliki berat badan lebih rendah. Lebih sedikit lemak tubuh.

Ini karena serat dapat memperlambat pengosongan lambung, membuat seseorang kenyang lebih lama. Seiring waktu, kondisi ini dapat menyebabkan seseorang menurunkan berat badan.

3. Mengatasi masalah pencernaan
Serat dan pati juga baik untuk kesehatan lambung dan usus, alias gastrointestinal.

Tidak hanya itu, keduanya juga bisa membantu makanan yang dicerna oleh lambung. Proses pencernaan bisa lebih lancar.

Beberapa peneliti mengatakan bahwa mengonsumsi serat dan pati dapat melindungi dari beberapa penyakit; seperti kolitis, dan kanker usus besar.

4. Mengurangi risiko kanker
Talas mengandung senyawa nabati yang disebut polifenol. Polifenol memiliki berbagai manfaat kesehatan. Salah satunya adalah mengurangi risiko kanker.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal MDPI, jenis polifenol dalam talas adalah quercetin. Berdasarkan tes laboratorium, senyawa ini dapat memicu kematian sel kanker. Senyawa ini juga memperlambat pertumbuhan beberapa jenis kanker.

Selain itu, quercetin adalah antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas yang terkait dengan kanker.

5. Dapat membantu mengontrol gula darah
Kandungan serat dan pati dalam talas juga menjaga gula darah. Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna manusia. Serat tidak memengaruhi kadar gula darah, dan mampu mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

Penelitian juga mengungkapkan bahwa diet tinggi serat – yang mengandung hingga 42 gram per hari – dapat membantu mengurangi kadar gula sekitar 10 mg / dl pada penderita diabetes tipe 2.

Leave a Reply